Rabu, 28 Januari 2015

Gambar 1.1. Belahan Otak Kiri dan Kanan

Betapa Dahsyatnya Kinerja Otak Manusia

     Otak merupakan salah satu sistem saraf pusat. Otak manusia terletak dalam rongga tengkorak yang dilindungi oleh selaput otak (meninges) dan cairan otak (cairan cerebrospinal). Otak mempunyai banyak fungsi yang begitu menakjubkan dan sangat membantu dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Bentuknya hanya sebongkah lekukan-lekukan di dalam rongga tengkorak, tetapi betapa hebatnya sesuatu yang telah dihasilkan.
Otak mempunyai banyak fungsi seperti berpikir, memecahkan permasalahan yang rumit, menciptakan karya seni, menyelesaikan soal matematika, dan masih banyak lagi. Seiring berkembangnya embrio manusia di dalam rahim ibu, sistem saraf mulai terbentuk sebagai tabung yang panjang dan berrongga pada punggung embrio. Pada usia 3 minggu atau setelah konsepsi, sel-sel yang membuat tabung tersebut terdiferensiasi menjadi kelompok besar neuron, kebanyakan kemudian berkembang menjadi tiga wilayah besar otak: otak belakang yang berdekatan bagian atas sumsum tulang belakang, otak tengah yang muncul di atas otak belakang, dan otak depan yang berada pada bagian paling atas wilayah otak.

     Pikiran dalam proses kerjanya dikelompokkan menjadi dua tipe, pikiran sadar (conscious mind) dan pikiran tak sadar (unconscious mind). Pikiran sadar (conscious mind) berfungsi untuk menyimpan informasi yang kita terima. Kita tidak dapat menyimpan informasi hanya pada tempat ini karena dalam proses penyimpanan, pikiran sadar memiliki ruang yang sangat sempit kurang lebih 10% dari keseluruhan pikiran kita. Efeknya jika kita menyimpan informasi hanya pada pikiran sadar adalah informasi tersebut mudah hilang karena informasi yang sebelumnya tersimpan, tertindih oleh informasi-informasi lain yang kita terima setiap hari.

     Pikiran tak sadar (unconscious mind) berfungsi untuk mengakses informasi yang berada di luar jangkauan pikiran sadar. Dengan kata lain, di saat konsentrasi kita terpusat pada suatu hal, maka hal-hal lain yang sedang tidak kita konsentrasikan tidak akan terlihat oleh pikiran. Kapasitas pikiran luar sadar jauh lebih besar dibandingkan dengan pikiran sadar. Memori yang disimpan adalah berbagai informasi pengalaman dan pemahaman yang akan terjadi di masa lampau.

     Cara kerja pikiran sadar dan tak sadar saling melengkapi satu sama lain. Maka dari penjelasan pikiran sadar dan tak sadar diatas, dapat disimpulkan untuk pengoptimalan proses belajar kita harus menggunakan keduanya secara stimultan dan seimbang. Jika kita belajar dengan menggunakan keduanya, maka kita bisa mendapatkan hasil yang lebih maksimal dalam belajar.

       Kondisi pikiran dapat diidentifikasikan ketika kita menghubungkannya dengan gelombang yang terdapat pada otak. Gambar dibawah adalah rincian gelombang otak:

Gambar 1.2. Gelombang Otak


     Otak manusia terdiri dari belahan otak kiri dan kanan. Otak kiri berkaitan dengan fungsi akademik yang terdiri dari kemampuan berbicara, kemampuan mengolah tata bahasa, baca tulis, daya ingat (nama, waktu dan peristiwa), logika, angka, analisis, dan lain-lain. Sementara otak kanan tempat untuk perkembangan hal-hal yang bersifat artistik, kreativitas, perasaan, emosi, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, khayalan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, pengembangan kepribadian.

     Para ahli banyak yang mengatakan otak kiri sebagai pengendali IQ (Intelligence Quotient), sementara otak kanan memegang peranan penting bagi perkembangan EQ (Emotional Quotient) seseorang. Tokoh dunia yang berhasil memperkenalkan tentang pembagian otak kanan dan otak kiri adalah ilmuan asal University of California yaitu Roger Spirry, 1950. Roger Spirry melakukan uji coba terhadap pelajar. Ia menyuruh pelajar tersebut untuk melakukan berbagai aktivitas seperti menggambar, menulis, mendengarkan musik dan berbicara. Setelah itu gelombang otak pada setiap pelajar diukur. Hasilnya adalah korteks selebra pada otak berbagi tugas masing-masing antara otak kanan dan otak kiri. Dari hasil penelitian tersebut, dapat dibuktikan bahwa otak terdiri dari dua belahan yang mempunyai tugas masing-masing. Orang yang otak kirinya lebih mendominasi akan berperilaku sebagai berikut:
  • Lebih suka simbol, huruf, dan kata-kata
  • Suka akan kegiatan yang merangsang kegiatan artikulatif
  • Mengerjakan sesuatu sesuai jadwal yang telah ditetapkan
  • Suka akan berita dan informasi yang faktual
  • Sering memprediksi sesuatu yang akan terjadi
  • Suka menyimpan sesuatu di tempat khusus
  • Membuat rencana yang matang
  • Stabil dan konsisten
          Sedangkan orang yang otak kanannya lebih mendominasi akan berperilaku sebagai berikut:
  • Lebih dapat berpikir jika dalam bentuk gambar
  • Lebih suka sesuatu yang sifatnya acak
  • Lebih suka belajar spontan
  • Suka informasi yang membahas hubungan beberapa hal
  • Suka pendekatan yang sifatnya terbuka dan baru
  • Fleksibel, bahkan sulit ditebak
  • Bisa mengikuti rencana yang dibuat siapapun
  • Melakukan tindakan berdasarkan perasaan
         Dari tanda-tanda diatas, kita dapat menyimpulkan lebih dominan belahan manakah pada otak kita, apakah kiri atau kanan. Setelah mengetahui bagian mana otak yang mendominasi, lakukan aktivitas latihan untuk menyeimbangkan antara otak kanan dan otak kiri sesering mungkin pada bagian yang lemah. Jika otak lemah pada belahan kanan, sering-seringlah mendengarkan musik, melukis, dan merangsang aktivitas yang berkaitan dengan seni dan kreativitas. Sebaliknya, jika otak lemah pada bagian kiri, sering-seringlah bermain logika dan melakukan aktivitas yang ada hubungannya dengan matematika.